Oleh: La Ode Rabani(Universitas Airlangga-Surabaya)
A. Pengantar
Perkembangan historiografis pada beberapa tahun terakhir dan perubahan politik yang terjadi di negara-negara berkembang telah membawa angin segar bagi perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya sejarah. Perkembangan ilmu sejarah menuju ke arah yang lebih baik seiring dengan munculnya pendekatan baru dalam memahami peristiwa sejarah. Definisi sejarah yang diperluas telah membuka kesempatan untuk menulis tema-tema baru dalam kajian sejarah masa kini. Kajian sejarah juga telah memperluas penggunaan sumber untuk menulis sejarah. Sebelumnya, sumber sejarah hanya didominasi oleh sumber dokumen yang mengakar pada pendapat no document no history seperti yang dikemukakan oleh von Ranke.
Baca Lanjutannya…
19 Desember 2009
Kategori: Tokoh Sejarah . . Penulis: wolio . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Oleh : ASIS
Suku Pertama Yang Mendiami Pulau Buton
1. Suku Wambolebole
Pulau Buton didatangi oleh sekelompok masyarakat berasal dari bangsa Neutro Melayu yang menyebar dikawasan Asia Tenggara bersama suku terasing lainnya di Nusantara pada abad ke – 3 sebelum Masehi. Bentuk tubuhnya memiliki kesamaan satu sama lain, perilakunya pun demikian. Mereka berjalan beriringan-iringan dan berjejer satu persatu kebelakang. Cara berpakaian laki-laki dengan menggunakan destar diikat dengan tali hutan, sementara perempuan memakai sarung tradisional yang khusus untuk wanita disebut Kasopa. Benangnya diberi warna dari daun nila yang disebut Lolo.
Baca Lanjutannya…
12 Oktober 2009
Kategori: Sejarah . . Penulis: wolio . Komentar: & Komentar
Oleh : Asis
Sumber :
1. Saduran oleh La Ode Ichram tahun 1996, dari tulisan La Ode Tanziylu terjemahan Buku Tembaga yang judul aslinya (ASSAJARU HULIQA DAARUL BATHNIY WA DAARUL MUNAJAT dan tulisan La Ode Zaenu “Buton dalam Sejarah Kebudayaan”.
2. Ikhtisar Adat Istiadat dan Budaya Masyarakat Buton oleh Yayasan Keraton Wolio Buton
Pada tahun III (Hijriah atau tepatnya pada tahun 624 M, yang mana Rasulullah SAW selesai mengerjakan Shalat Fardhu Shubuh berjamaah bersama-sama para sahabat dan pengikut dari Kaum Muhajirin maupun Kaum Ansyardalam Mesjid. Beliau di Madinah (Masjid Quba). Seperti biasa selesai mengerjakan shalat fardhu para sahabat, pengikut dari kaum Muhajirin maupun Ansyar tidak langsung pulang ke rumah masing-masing, tetapi mendengarkan petuah atau nasehat dari Rasulullah SAW tentang segala hal yang belum mereka ketahui. Tatkala Rasulullah SAW sedang memberikan petuah atau nasehat, tiba-tiba terdengarlah oleh mereka suara dentuman sebanyak tiga kali berturut-turut, lalu dari salah seorang sahabat bertanya kepada beliau : Ya Rasulullah bunyi apakah gerangan tadi?, kemudian Rasulullah menjawab : Sesungguhnya bunyi dentuman yang baru kita dengarkan bersama tadi adalah : Menurut firman Allah SWT yang telah diwahyukan kepadaku melalui Hadits Qudsi “bahwa jauh dari sebeleh Timur Arabia ini ada dua gugusan tanah yang telah lama muncul dari permukaan laut untuk memperkenalkan dirinya kepada dunia.
Baca Lanjutannya…
14 Juli 2009
Kategori: Sejarah . . Penulis: wolio . Komentar: & Komentar
Oleh : Asis
A. SULTAN
1. Bata-batasi pakai Lepi-lepi atau Bewe Patawala pakai Lepi-lepi
2. Baju Malau
3. Jubah Laken dan Kobelo
4. Sala Marambe
5. Bia Ogena / Bia Samasili Kumbaea
6. Keris + Sapu Tangan
7. Sulepe
8. Katuko / Tongkat
Baca Lanjutannya…
14 Juli 2009
Kategori: Serba Serbi . . Penulis: wolio . Komentar: & Komentar
Oleh : Asis
Pekakande-kandea adalah salah satu acara tradisional yang diadakan oleh masyarakat dalam rangka menyambut kedatangan para Pahlawan negeri yang kembali dari medan juang dengan membawa kemenangan gemilang. Disamping itu acara ini merupakan pula acara pertemuan muda mudi karena hanya pada acara seperti inilah remaja putera dan puteri memperoleh kesempatan bebas untuk saling pandang.
Baca Lanjutannya…
19 Juni 2009
Kategori: Budaya . Yang berkaitan: rBudaya, buton, sinopsis . Penulis: wolio . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar