Keunikan Mata Uang Kesultanan Buton “KAMPUA”

Uang yang sangat unik,yang dinamakan Kampua dengan bahan kain tenun ini merupakan satu2nya yang pernah beredar di Indonesia.Menurut cerita rakyat Buton,Kampua pertamakali diperkenalkan oleh Bulawambona,yaitu Ratu kerajaan Buton yang kedua,yang memerintaha sekitar abad XIV. Setelah ratu meninggal,lalu diadakan suatu “pasar” sebagai tanda peringatan atas jasa-jasanya bagi kerajaan Buton. Pada pasar tersebut orang yang berjualan engambil tempat dengan mengelilingi makam Ratu Bulawambona. Setelah selesai berjualan,para pedagang memberikan suatu upetiyang ditaruh diatas makam tersebut,yang nantinya akan masuk ke kas kerajaan. Cara berjualan ini akhirnya menjadi suatu tradisi bagi masyarakat Buton,bahkan sampai dengan tahun 1940.

Mengulas Kedatangan Mia Patamiana : (2). Kedatangan Armada Simalui

Oleh : Asis
SIMALUI adalah seorang manusia sakti, adiknya bernama SIBAANA serta pembantu utamannya SIJAWANGKATI. Simalui berasal dari daerah bambu, negeri Melayu Pariaman. Mereka meninggalkan negeri asalnya pada 15 hari bulan Syaban tahun Hijriyah. Sama halnya Sipanjonga, simalui juga membawa rombongan 40 kepala keluarga sebagai pengikutnya. Berbulan-bulan mengarungi lautan dan daratan dengan bahtera yang namanya “POPANGUA”. Diburitannya dikibarkan bendera kerajaan leluhurnya yang brwarna kuning hitam selang seling. Bendera itu dinamai “BUNCAHA”.

Mengulas Kedatangan Mia Patamiana : (1). Sipanjonga dan Rombongannya

Oleh : Asis

Sumber :
Saduran oleh La Ode Ichram tahun 1996, dari tulisan La Ode Tanziylu terjemahan Buku Tembaga yang judul aslinya (ASSAJARU HULIQA DAARUL BATHNIY WA DAARUL MUNAJAT dan tulisan La Ode Zaenu “Buton dalam Sejarah Kebudayaan”.

SIPANJONGA adalah orang sakti yang berasal dari suku Melayu di Negeri Pasai. Mereka meninggalkan negeri asalnya pada tiga likur malam bulan Sya’ban tahun 634 H dengan mengajak Sitamanajo sebagai pembantu utamanya serta 40 orang kepala keluarga sebagai pengikutnya.
Baca Lanjutannya…

Makanan Khas Wolio “NASI GORENG KAGILI”

Bahan :

-          Kagili (Jagung Giling) 500 gr

-          Ikan Tuna Asap 50 gr Baca Lanjutannya…

Mengenal Muasal Masyarakat Buton (Last)

Oleh : ASIS

II. Memperkenalkan Masyarakat Yang Dianggap Sebagai Suku Terasing

1. Suku Wakumbu-kumbu/Wawoana/Wambu-mbu

Suku Wakumbu-Kumbu/Wawoana/Wambu-Mbu adalah suku terasing yang mendiami salah satu wilayah hutan Kapontori. Dulu suku Wambu-mbu menyatu dengan masyarakat Kapontori tetapi mereka mempunyai daerah pemukiman tersendiri dipedalaman Kapontori. Mereka adalah masyarakat biasa yang taat pada pemerintah Kesultanan Buton. Setiap musim panen mereka membawa upeti kepada Sultan Buton berupa hasil kebun dan hasil ternak./
Baca Lanjutannya…


  • Komunitas Blogger Bau-Bau

     

    Hamzah

    Yusran Darmawan

    Sufi Hisanuddin

    Asma Azis

    Gunawan Sugiyanto

    Majalah Semerbak



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.